11

1913 Kata

Xander tidak percaya dengan tindakannya barusan. Telapak tangannya bergetar dalam pandangannya dan erangan frustasi memenuhi kepalanya. Bayang-bayang kesakitan—kecewa lebih tepatnya—terus menghantui.   "Arrrgggggghhh!"   Merutuki kebodohannya yang entah untuk keberapa kalinya, Xander menekan pelipisnya. Rasa pening menyambar sebagian kewarasannya. Dan rekaman atas tindakannya benar-benar menyita atensinya.   Suara pintu berdedit mengalihkan pandangannya.   "Aku tahu kau belum makan."   Xander tersenyum simpul—terasa hambar.   "Terima kasih Elle," ucapnya.   "Mau kusuapi? Aku memasaknya khusus untukmu." Elle berjalan mendekat. Mendudukan bokongnya diatas pangkuan Xander yang berlanjut mendesah kecewa pada gelengan Xander. Sesuatu yang asing ketika Xander menolaknya menyentil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN