12

1597 Kata

Eiffel Tower   Amora terduduk lesu diatas rerumputan. Angin sore menerbangkan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya. Kedua bola matanya memandang kearah Nyonya Besar. Berdiri kokoh meski angin musim gugur menerjang. Musim gugur dipenghujung bulan menyambut musim dingin.   "Kenapa kau begitu kuat tapi aku tidak? Kau bahkan tak merasa sedikitpun lelah, sedangkan aku lemah. Hanya karena satu lelaki." Amora bermonolog—sarkastik—kearah Nyonya Besar yang hanya diam mematung dan semakin menampakkan kesombongannya.   "Aku sudah menyerah sekarang. Aku berhenti,” sambungnya. Dan lagi-lagi hanya desisan angin musim gugur yang menjawabnya.   Beberapa orang yang lalu lalang menatapnya iba. Melihat bagaimana kusut wajahnya membuat orang-orang tahu jika gadis itu sedang patah hati.   "Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN