13

1153 Kata

Langkah Xander menapaki lantai mansion. Tak biasanya ia pulang di saat waktu masih jam kerja. Mengingat kondisi tubuhnya yang mendadak lemas, Xander putuskan untuk kembali guna beristirahat. Entah lelah di bagian mana, Xander merasakan linglung begitu melihat para pelayan yang membersihkan halaman belakang mansion.   Tak ada yang Xander pikirkan selain menuju meja makan. Mengisi perutnya yang keroncongan dan sesekali melirik—mendapati bisikan beberapa pelayan. Bergegas menuang seporsi spaghetti, suara desahan yang terdengar dari arah kamarnya menyeret rasa penasaran Xander.   Tak ingin membuang waktu, Xander segera beranjak. Menuju kamarnya dan hal pertama yang dirinya terima adalah tamparan keras. Bukan di wajahnya atau ditempat mana pun. Bukan. Namun hatinya. Xander mengepalkan tanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN