14

1665 Kata

Amora melangkah masuk ke area Bandara. Keputusan yang dibuatnya sudah bulat. Melepaskan apa yang sudah dirinya yakini tanpa perlu merasakan sesal.   Berat pada awalnya. Dadanya bergemuruh, sesak seperti ditimpahi beban berton-ton. Namun diantara itu semua, Amora tahu ini jalan terbaiknya. Pesona Xander boleh saja membuatnya lemah, tapi langkahnya harus sekuat baja.   Jauh dari kata baik—mungkin saja. Permulaan setelah jatuh begitu dalam, hati siapapun tidak akan merasa lega, melepaskan yang sudah menjadi miliknya—sayangnya Amora enggan membahas itu. Berjuang sendiri jelas terlihat konyol. Amora menjadi wanita bodoh demi Xander.   Sampai pagi ini, Xander tidak menghubunginya. Amora cukup gundah. Malam di mana permohonan Xander ucapkan, sedikit saja Amora berharap bahwa pria itu masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN