"Haruskah aku menjadi penari telanjang lebih dulu untuk bisa membuatmu tertawa lepas Xander?" Kata-kata itu terngiang di rungu Xander. Menohok tepat di relung hatinya yang paling dalam. Xander segera memeluk Amora erat. Menyalurkan rasa hangat untuk memberinya ketenangan. Xander tahu, cepat atau lambat, guncangan dalam berunah tangga akan terjadi. Terlebih dirinya yang tak jujur dan malah membohongi Amora. Bukan seperti aslinya. Xander hanya sedang mencoba—mencari waktu yang tepat untuk bercerita. Sekarang Xander benar-benar menyesal karena datang ke kelab sialan itu. Seandainya, jika dirinya tak pergi malam itu, hubungannya dengan Amora akan baik-baik saja. Tapi apakah iya? Bukankah dalam setiap rumah tangga selalu terjadi prahara. Dan seolah tersadar pada apa yang mel

