Semua mata peserta lomba sudah mulai ditutup dengan kain hitam, tidak terkecuali Axel. Para peserta juga sudah menggenggam satu batang yang terbuat dari batang pelepah pisang untuk alat memukul plastik berisikan air. Saat hitungan ketiga di teriakan wasit. Axel berjalan lebih dulu. Tangan Axel meraba-raba ke arah depan, sambil mengayun-ayunkan batang di tangannya ke udara, diikuti peserta lainnya. "Ayo Dipta, maju terus! Jangan jalan ke situ, kamu salah jalan!" teriak Viona, terus saja berteriak mengarahkan sang suami menuju plastik berisi air yang tergantung. Axel yang ditutup matanya merasa sangat kesusahan mencari arah yang benar. Apalagi, selain suara teriakan Viona. Masih banyak lagi suara yang lainnya berteriak menyemarakkan perlombaan kali ini. Tangan Axel meraba di depannya, a

