Axel berbaring di samping Viona. Kesalahan hari ini, menjadi sebuah pelajaran penting untuk Axel. Belaian lembut yang diberikan Axel, membuat Viona merasa bahagia. Walaupun hanya usapan singkat, nyatanya itu membuat hati Viona berbunga-bunga. "Apa wanita itu besok jadi ke rumah kamu?" tanya Viona memastikan. "Kenapa membahas wanita itu lagi? Dan lagi, rumah itu bukan hanya milikku saja. Tapi, juga milik kamu dan Xena," sahut Axel. "Hem, tapi tetap saja itu milik kamu. Kamu yang membelinya, jauh sebelum kita menikah. Mana bisa rumah itu dikatakan milikku juga. Kalau milik Xena mungkin saja, Xena kan anak kamu," bantah Viona. Axel menghela nafas kasar. "Rumah itu sudah tertulis nama kamu. Itu artinya, rumah itu milik kamu sekarang," ujar Axel, membuat Viona tercengang. "Apa maksud kamu

