Api di Hati

1081 Kata

Di tengah malam, Arfan terbangun dari tidurnya. Tenggorokannya yang kering membuatnya pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Dahinya berkerut melihat laptop yang menyala di atas meja makan. Arfan melirik jam dinding yang menunjukkan pukul dua pagi. Apa Kia belum tidur? Arfan masuk ke dapur dan melihat Kia yang tengah memasak sesuatu. Arfan mendekat dan berdiri di belakangnya, berniat melihat apa yang gadis itu masak. "Kamu bikin apa?" tanya Arfan tiba-tiba. Kia terkejut dan berbalik dengan cepat. Matanya terpejam dengan tangan yang menyentuh d**a. "Ngagetin tau nggak? Kayak demit!" rutuk Kia. "Kamu masak apa?" tanya Arfan lagi sambil mengambil air. "Mie instan." "Kenapa belum tidur?" Kia menatap Arfan dengan wajah yang memelas. Setetik kemudian dia merengek dan menghentakkan ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN