Izin Galau

1066 Kata

"Kita akhiri rapat hari ini. Kalian boleh keluar," ucap Agam sambil merenggangkan dasinya. Satu-persatu dari beberapa karyawan itu mulai keluar dari ruangan rapat. Jam yang sudah memasuki waktu makan siang membuat mereka semua bergegas pergi. Kecuali dua manusia yang masih betah duduk di kursinya masing-masing itu. Siapa lagi jika bukan Febi dan Ridho. Dua manusia itu masih asik bergosip sambil menikmati makanan ringan yang tersedia di atas meja. "Belum kenyang?" sindir Agam melihat keanehan adiknya dan temannya itu. Febi dan Ridho kompak menoleh. Lagi-lagi mereka menggeleng secara bersamaan. "Kata Mama saya nggak boleh buang-buang makanan, Pak." "Betul." Febi mengangguk setuju mendengar ucapan Ridho. Agam masih menatap dua manusia konyol itu dengan datar. Berbeda dengan Dika yang su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN