Cia menutup laptopnya dengan lemas. Entah kenapa selama beberapa hari ini dia tidak memiliki tenaga untuk melakukan pekerjaannya. Lebih tepatnya semua ini dimulai saat rapat bersama Pak Dandung minggu lalu. Cia juga merasa jika ada yang berbeda dari diri Agam. Sepertinya benar jika pria itu sudah menjalin hubungan dengan Nadira Santoso. Seharusnya Cia tidak boleh kecewa, tetapi perasaan itu tidak bisa ia tahan. Sekeras apapun ia berusaha, entah kenapa rasa itu semakin kuat. Dia tidak bisa melupakan Agam. Bahkan Cia bingung dengan dirinya sendiri. Hubungannya dengan Leo juga semakin dekat, tetapi tetap saja posisi Leo tidak bisa menyalip nama Agam dari daftar nama di hatinya. "Jangan melamun," tegur Dika. Cia tersadar dan tersenyum tipis. Dia tidak bisa berpura-pura lagi. Wajahnya yang p

