Di Jumat malam, kegiatan wanita yang sudah Febi rencanakan tidak terlaksana dengan baik. Jadwal yang sudah ia susun rapi sejak satu minggu yang lalu gagal karena dirinya sendiri. Padahal bayangan akan pijatan di kepala serta punggungnya saat spa masih membayangi pikirannya. Sayangnya, kondisi tubuhnya sedang tidak memungkinkan untuk saat ini. Cia meletakkan mangkok yang berisi sayur sop buatannya dengan lemas. Dia menarik napas dalam mencoba sabar dengan tingkah Febi yang membuatnya gila. Dia sudah kehabisan kata-kata untuk membujuk Febi. Namun Cia juga tidak bisa mengabaikan sahabatnya itu. Dia tidak mau Febi mati konyol di apartemen hanya karena tak mau makan dan tak dirawat dengan baik oleh sahabatnya saat sedang sakit. Cia bergidik ngeri memikirkan hal itu. "Dikit aja ya, Feb." "Ngg

