Hari Penuh Kejutan

1315 Kata

Selama perjalanan menuju Bandung, Cia tidak bisa berhenti untuk berpikir. Dari raut wajahnya, dia benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi. Dia merasa jika hanya dirinya satu-satunya orang bodoh di sini. Lagi-lagi Cia melirik Agam yang tengah menyetir untuk yang kesekian kalinya. Saat kalimat yang ingin ia tanyakan sudah berada di ujung bibir, Cia menggeleng dan kembali menelannya. Dia memilih untuk mencari jawaban di kepalanya sendiri. “Kenapa?" tanya Agam tanpa melihatnya. Sepertinya pria itu sadar dengan keresahan Cia sedari tadi. "Jadi alasan Kak Agam ketemu sama Mbak Nadira kemarin itu buat ini?" Cia tidak akan menahannya lagi. Agam sudah melarangnya untuk tidak berpikir yang tidak-tidak. Agam melirik sebentar lalu mengangguk. Hanya itu jawaban yang ia berikan, tetapi berhasil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN