Sidang Terseram

1394 Kata

Hari yang tak disangka-sangka telah tiba. Ini yang Cia takutkan sejak dulu, yaitu kemarahan Febi. Dia tidak menyangka jika gadis itu akan menangkap basah dirinya malam ini. Beruntung Febi tidak melihat hal yang lebih parah dari sekedar pelukan. Harusnya Cia dan Agam bisa lebih berhati-hati. Saat ini keadaan benar-benar terasa mencekam. Di bangku pinggir danau ini, Febi memisahkan Cia dan Agam dengan jarak yang sangat lebar. Cia duduk di sisi sebelah kanan dan Agam duduk di sisi sebelah kiri. Di depan mereka ada Febi yang berdiri tegap dengan tangan terlipat di d**a. Tatapannya begitu tajam seolah bisa membunuh Cia dan Agam saat ini juga. "Jelasim semuanya!" ujar Febi tegas. "Febi, kamu tena—" "Kak Dika, diem!" Dika langsung menutup mulutnya rapat. Dia mundur selangkah dengan teratur.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN