Bagian 18. Rencana Menyusul

1466 Kata

Kegelisahanku kian menjadi. Rasa bersalah dan penyesalan bagaikan bayangan yang selalu ikut dalam setiap langkah. Hari ini aku memutuskan untuk pulang ke rumah. Aku ingin menenggelamkan diri dalam kenangan bersamanya, meniti kembali jejak-jejak bahagia yang pernah kami ukir di sana, memenuhi hasrat atas rindu dendam yang tidak terbalaskan. Langkahku tertapak perlahan saat memasuki rumah yang telah lebih dari dua minggu kutinggalkan. Jantungku berdebar pelan, merasakan aura kebersamaan yang telah kami lewati. Di ruang tengah itu, aku seolah melihat tatkala kami sedang bercengkrama menghabiskan sore bersama. Tangannya melingkar, memeluk erat pinggangku. Terngiang di telinga lembut suaranya, bercerita tentang hari yang ia lewati di sekolah. Setelah puas bercerita, dia pun bertanya pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN