Cahaya, pesonanya telah meracuniku sejak kami masih sama-sama belia. Semua bermula ketika kami secara tidak sengaja mendaftar di SMA unggulan kota ini di waktu bersamaan. Dia datang sendirian, tampak sedang bingung sambil celingak-celinguk memerhatikan sekeliling. Di tangannya tergenggam selembar kertas yang aku ketahui merupakan formulir pendaftaran. Tingkahnya yang lucu saat itu mencuri perhatianku. Saat tak sengaja mataku membingkai wajahnya, Masya Allah, seketika jantungku berdegup kencang. Aku terpesona pada pandangan pertama. Dia adalah gambaran sungguh indah ciptaan Tuhan, sangat menggemaskan. Saat itu dia mengenakan seragam panjang putih biru. Jilbab putih membungkus kepalanya, menampilkan bentuk wajahnya yang oval. Mata bundar, dikitari bulu yang lentik. Hidung propors

