26. Misteri Bukit Talago

2396 Kata

. Angin laut perlahan membelai tubuh gadis yang tiduran di atas ranjang besar. Panas dan pengapnya udara membuatnya enggan memakai selimut, tubuh indahnya yang hanya berlapis sutra warna merah muda lebih memilih menikmati sejuknya ac dan angin malam yang berhembus dari pintu luar kamar yang terbuka. Saat malam mulai merangkak, angin dingin merayap masuk melalui pintu balkon yang terbuka lebar, menyatu dengan sejuknya ac, menciptakan suhu yang semakin rendah, membuat tubuh yang berbaring di ranjang itu memeluk erat guling nya. “Ha-cing…!!” Bersin membuat Nina membuka matanya. Sejak kecil, suhu yang semakin rendah membuat alergi dingin Nina muncul, membuatnya bersin-bersin. Perlahan jemari Nina menggosok gosok mata nya yang masih buram, melihat ke arah jam yang menunjuk angka dua b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN