Bab 23 Setelah mengantar Mbak Nana dan melihat kondisi Kafe yang di Kelola MBak Nana. Aku dan Bang Adnan menuju apartemen Bang Adnan. “De, suatu misal, kalau kalian berpisah bagaimana?” Aku menatap Bang Adnan, kaget dengan apa yang di ucapkannya. Sekarang kami sedang duduk menikmati makan malam di apartemen Bang Adnan. Setelah membersihkan diri, Bang Adnan memasak makan malam kami ini. “Maksudnya, Bang?” “Tadi waktu di Resto, Abang menagkap gelagat aneh dari suami kamu dan sekretarisnya. Abang laki-laki, Dek. Jadi sedikit banyak Abang bisa melihat ke anehan itu. Terbukti dari apa yang di laporkan oleh Jhon.” “Sejujurnya, memang ini yang sedang aku pikirkan, Bang. Aku ingin mencari bukti sebanyak mungkin. Pas waktu aku mendaftarkan gugatan, aku sudah siap dengan semuanya. Aku yakin Ma

