22

1124 Kata

Bab 22 “Karena kamu memilih caramu sendiri, maka dari itu saya pun memilih cara saya sendiri.”dengan menyeringai Bang Adnan memberi gertakan kepada Jhon. “Sudah, Bang. Kita tunggu tiga puluh menit paling lama Tino akan memberikan kabar.” Aku menggeser duduk ku menghadap ke Jhon. “Sejak kapan kamu berkhianat?” Aku memicingkan mata mengamati gerak-gerik Jhon, sedangkan Abang melanjutkan pekerjaannya dengan membuka laptop nya di sebelahku. “Ternyata benar kata Abang, kamu menggunakan caramu sendiri.” Tino tetap diam dengan menundukkan kepala. “Saya tidak akan memaksa kamu untuk berbicara, tapi kita lihat sebentar lagi. Apakah kamu akan tetap bungkam.” Aku melihat ponsel yang berpendar, ternyata notifikasi pesan dari Tino. Aku menyerahkan ponsel ke Abang, Abang menganggukan kepalanya. Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN