Bab 21 “Loh, kamu baru makan malam?” “Eh, Mas. Sudah pulang?” Mas Reino mendekat ke arahku, dan mengecup kepalaku. “Mas, mau makan?” “Nggak, tadi udah makan pas ketemu klien. Tumben kamu jam segini baru makan, sayang?” “Lagi kepengen makan mie aja, Mas. Yaudah, Mas mandi sana. Makanku bentar lagi selesai kok.” Mas Reino melongok mangkok yang ada di depanku, kemudian menganggukan kepala. “Mas ke atas dulu ya.” Aku menganggukan kepala, Mas Reino kemudian beranjak menaiki tangga menuju kamar. Sebenarnya setiap mencium aroma tubuh Mas Reino, aku merasa tenang dan melegakan, anehnya juga bisa mengurangi rasa mualku. Makanya aku menyimpan satu baju Mas Reino dalam mobilku. Mungkin anak dalam kandunganku tak ingin berjauhan dengan ayahnya. *** Saat aku masuk ke kamar, aku melihat Mas Rein

