Part 10

1132 Kata

"Aku mau pulang," kata Ananta pahit. Permainan ini sungguh tidak menarik. Masa lalunya bukanlah sebuah lego yang bisa dimainkan dan disusun sesuka hati. Masa lalunya adalah kepahitan yang tidak akan pernah bisa dia lupakan seumur hidupnya. Seberapa besar usaha yang sudah dilakukannya untuk melupakan mimpi buruk tersebut, tapi hasilnya nihil. Dan pelaku itu dengan seenaknya ingin cuci tangan. "Aku tidak akan membiarkanmu pulang sampai pembicaraan ini selesai," sahut Chris tegas. Tak ingin terbantahkan. "Pembicaraan apa maksudmu? Kejahatan yang kamu lakukan sepuluh tahun yang lalu maksudmu!? Okay kalau memang itu maumu, kita bisa melakukannya di pengadilan. Kebetulan sekali aku ingin melihatmu berdiam diri di balik jeruji besi!" balas Ananta dengan nada semakin meninggi hingga urat-urat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN