Part 23

1540 Kata

Satu tahun kemudian... Ananta mengedarkan pandangan matanya untuk mencari sosok seseorang yang paling disayanginya. Dan ketika pandangan matanya menangkap sosok yang dicarinya, Ananta melambaikan tangan yang langsung dibalas oleh sosok tersebut. "Bunda!!" seru Joana langsung memeluk tubuh ibunya. "Bagaimana sekolahmu hari ini?" tanya Ananta sambil mengusap lembut kepala putrinya. "Lancar kok," jawabnya bersemangat. "Hari jadi kan, Bun?" "Tentu saja. Janji harus ditepati bukan?" sahut Ananta lalu mereka pun masuk ke dalam mobil. Dua puluh menit kemudian mereka sampai di salah satu restoran fast food ternama di ibukota. Dimana di restoran berlambang badut ini, Ananta hendak mentraktir putrinya salah satu menu favoritnya. Walaupun Ananta tahu bukan itu tujuan utama putrinya. Melainkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN