Hari demi hari dilalui Ananta dengan memulai kesibukannya sebagai seorang penulis cerita pendek di sebuah majalah nasional. Cerita romantis yang berhasil diperolehnya dari ibu-ibu sebaya yang ditemuinya di sekolah Joana menimbulkan inspirasi untuk dituangkannya dalam bentuk cerita yang mampu menghasilkan uang. Tak lupa Ananta meminta izin kepada mereka sebelum menulis, untunglah mereka tidak keberatan. Apalagi setelah Ananta mendapatkan hasil jerih payahnya, ia pasti akan mentraktir mereka di salah satu restoran favorit. Semua itu dilakukan Ananta dengan senang hati. Tanpa pernah mengingat masa lalunya lagi. Karena dia sadar jika masa lalu biarlah menjadi kenangan yang tidak perlu lagi diingat. Sebaliknya lihatlah masa depan dan lakukanlah sebaik mungkin untuk memperbaiki masa lalumu. It

