Peter memandang Joana cukup lama sebelum akhirnya membungkukkan tubuhnya untuk menyamakan tingginya dengan anak perempuannya. Senyum kesedihan tampak jelas dalam raut wajahnya. Meski begitu ia berusaha untuk terus menutupi kesedihannya di hadapan Joana. Di sisinya Ananta tak tahu harus berbuat apa. Di samping amarah yang masih berselubung di dalam hatinya, melihat ketidakmampuan Peter untuk memiliki putri semata wayangnya sempat memberikan setitik rasa kasihan. Walaupun begitu ia tidak boleh terlarut. Bagaimanapun juga Peter-lah penyebab masa lalunya hancur. Di sisi lain Ananta tak tahu harus bagaimana bersikap karena Peter juga-lah yang menghadirkan Joana ke dunia ini. Kedua mata bulat milik Joana memandang pria bertubuh tinggi di hadapannya dengan bingung. Kenapa om ini menangis? Meman

