Di halaman belakang rumah, tepatnya di area kolam renang. Ria dan Damar bertemu. Kira-kira lima menit sudah berlalu sejak kali pertama mereka menginjakkan kaki di sina, namun satu pun dari mereka tidak ada yang bicara. Dua-duanya saling diam. Ria yang menatap kosong air kolam yang terpancar sinar rembulan. Dan Damar yang menatap Ria secara diam-diam. Mulut Damar tampak terbuka ingin memulai obrolan, tetapi keburu di dahului Ria. "Hayam Wuruk, lo--" "g****k! Kenapa jadi manggil Hayam Wuruk?!" Spontan Ria mengatup bibirnya rapat-rapat. Sedangkan Damar menaikkan alis. Bingung dengan nama seseorang yang Ria ucapkan barusan, mengapa tertuju kepadanya. Terulang. Mendadak mereka saling terdiam kembali. Malah lebih canggung dari sebelumnya. Sekali lagi, Damar berusaha lebih dulu mengajak
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


