Satu bulan berlalu, sejak pesta rakyat tahunan Majapahit terselenggara. Selama satu bulan itu juga, Ria sama sekali belum bertegur sapa dengan Hayam Wuruk. Setiap bertemu, Ria selalu mencari cara untuk kabur. Supaya tidak bertatap muka dengan pria itu. Mentari bersinar terang, menyinari pagi di tanah Majapahit. Bersemangat Ria mengenakan pakaian. Rencananya, hari ini ia ingin mengajak Nertaja olahraga. Putri semacam Nertaja pasti jarang melakukan pergerakan seperti olahraga. Keseharian putri tentunya jauh dari kata kerja berat. Pekerjaan berat terkhusus bagi para prajurit. Sedikit memoles lipstick di bibirnya agar tak terlihat pucat. Ria pun lantas berjalan menuju pintu keluar. Mulai hendak mencari Nertaja. "NERTA..." Teriakan Ria terputus. Tubuh Ria menegang dengan kedua bola mata

