Di timing yang pas saat Arya membantu Ria naik dengan cara menggendong wanita itu, tak sengaja sorot mata Hayam Wuruk tengah mengarah ke mereka. Hati Hayam Wuruk langsung meradang, melihat pujaan hatinya disentuh-sentuh oleh pria lain. "Saya sudah mengrimkan surat kepada pemerintahan Mongol, Gusti Prabu. Tetapi sampai saat ini, saya belum mendapat balasan. Saya pikir..." "Jayantaka..." sela Hayam Wuruk, membuat Jayatanka yang sedang berbicara langsung diam. "Tetap tunggu saja surat dari Raja Mongol, dan awasi setiap gerak-gerik pedagang Mongol di Majapahit jikalau ada yang mencurigakan." Hayam Wuruk berdiri. Perkataan Hayam Wuruk tadi, menjadi akhir dari perbincangan mereka. "Baiklah, aku pamit undur diri dahulu Jayantaka. Ada beberapa urusan mendesak yang mesti aku selesaikan." Ber

