Lapangan Keraton Agung dipenuhi oleh orang-orang. Baik dari rakyat biasa Majapahit, hingga tamu terhormat Kerajaan turut hadir meramaikan Pesta Rakyat. Ria sudah hadir, bergabung di rombongan anggota Kerajaan Majapahit. Duduk anggun mengikuti cara duduk Nertaja. Cara duduknya mirip seperti duduk sholat ketika tahyatul awal. Lutut Ria merasa perih karena berposisi duduk seperti sekarang ini. Biasanya Ria duduk tidak ada aturan layaknya begini. Kaki satu terangkat bak di warung kopi. Begitulah cara duduk Ria sehari-hari. Gamelan yang melantun, berhenti. Selang waktu berikutnya, gong di bunyikan. Tepat setelah gong berbunyi, Hayam Wuruk memulai pidato. Tanda kalau pesta rakyat akan dimulai. Hayam Wuruk berdiri. Tangannya sebelah kanan terangkat, kemudian Hayam Wuruk memberi salam. "Mu

