Part 36

2461 Kata

Berbarengan Ria melihat bekas ikatan tali itu, masuk memori lainnya masuk ke dalam otak Ria. Detik-detik terakhir ia berada di Majapahit. "Ap-- apa?! Maksud lo... Ki--kita akan me--menikah?!" "Benar, calon istriku. Sampai besok tiba, aku tidak akan membiarkanmu pergi ke manapun." "Walopun kita terpisah jarak, kita tetap jadi sahabat kan, Ner?" "Tentu saja, Ricis. Zaman pun yang memisahkan kita, kita akan tetap menjadi sahabat. Selamanya," "Sumpah ya, Hayam Wuruk! Gue bakal lompat beneran!" "Hayam... Wuruk..." lirih Ria memanggil nama Hayam Wuruk untuk terakhir kali, sebelum matanya terpejam pingsan. "Apa gak masalah, Dok, anak saya di suntik penenang begitu setelah sadar?" tanya Abraham khawatir. Abraham mengusap pipi Ria yang basah oleh air mata. Dokter Nafla tersenyum tipis. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN