Part 29

1889 Kata

Merasa cukup memberi peringatan untuk Ria, Tribhuwana pun melennggang pergi. Urusannya antara Ria telah selesai. Dan ia harap, Ria mencerna baik-baik seluruh perkataannya serta tidak melanggar. Tetapi sebelum mencapai ambang pintu, ia berbalik lagi menghampiri Ria. Ada yang ketinggalan. Tribhuwana menarik paksa tangan Ria. Ia mengambil cincinnya yang masih tersemat di jari manis Ria. "Ini milikku yang sebentar lagi akan menjadi milik Dyah Pitaloka! Manusia rendahan sepertimu tidak pantas mengenakannya!" Brak! Pintu tertutup secara kasar, sempat mengejutkan Ria yang tertunduk menangis. Terlihat sekali punggung Ria bergetar. Ria mencengkram baju panjangnya. "Ria mau pulang, ya Allah!!!" teriak Ria bercampur tangisan, setelah lama menahan. "Kenapa Ria yang harus terlempar ke masa l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN