24

1914 Kata

Aku tidak tahu berapa lama waktu sudah berlalu sejak aku tiba di tempat yang tidak kukenali ini bersama Cenobia. Selama itu juga aku terus menatap ke luar jendela, melihat bulan yang sebentar lagi siap memamerkan wujudnya dalam bentuk bulatan penuh. Dan kalau saat itu tiba, aku tidak tahu apakah aku masih bisa melihat bulan dengan mataku sendiri atau tidak. Entah kenapa, sekarang rasanya kematian bukan lagi hal yang menakutkan. Aku sudah pasrah dengan semua yang akan terjadi. Yang kupikirkan hanyalah dia, yang harus kutinggalkan... Semoga dia tidak kesepian lagi... Semoga tidak dikhianati orang-orang yang disayanginya... Semoga dia bisa berbagi apa yang dirasakannya pada orang-orang yang terdekatnya... Aku akan pergi tanpa menunggu fajar tiba... Jika dia bersedih, dia harus ingat kalau ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN