Dinner

934 Kata

Muya dan Kai sampai di rumah dan terlihat begitu lelah. Dia pun tertidur tanpa mengganti bajunya. Kai menatap lekat wajah Muya lalu mengecup keningnya dengan lembut. Kai P.O.V Seolah aku tak ingin pergi. Seolah aku tidak ingin beranjak. Seolah dia adalah milikku. Aku tidak ingin menjauh darinya. Sayangnya dia bukan milikku. Dia miliknya ken. Aku harus pergi walau sesakit ini rasanya. Entah kapan aku mulai jatuh cinta padanya. Tapi aku sangat mencintainya. Muya, Muya, Muya, bisakah kita bersama lagi setelah ini. Apa memang ini adalah hari terakhir kita bersama. Tiba-tiba aku mendengar dering telepone, ada sebuah tephone masuk dari ken. Ken sudah siap untuk bertukar posisi. Dengan debaran jantung yang memacu. Entah kenapa serasa ada yang menusuk hatiku. Aku harus bisa mengembalika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN