setelah meninggalkan ruangan Jeffery, Sinta mengangkat panggilan telepon dari Daffin. "Hallo," Jawab Sinta sambil mengusap pipinya yang masih dibasahi oleh air matanya. Sementara itu. Di tempat lain. Daffin yang sedang duduk dikursi kebesarannya, malah sedang tersenyum senang, karena akhirnya, Sinta menjawab panggilan teleponnya yang sudah dia lakukan sebanyak dua kali panggilan. Tapi, Sinta tidak menjawabnya dan pada panggilan ketiga, akhirnya Sinta mau menjawabnya. "Sayang, kamu sedang apa?" Tanya Daffin dengan suara yang sangat lembut. Secepatnya, Sinta menyelesaikan gerakannya untuk menghapus air matanya, lalu secepatnya dia berjalan dengan tergesa-gesa menuju toilet agar pembicaraan dirinya dengan Daffin tidak diketahui oleh siapapun. Setelah sampai, Sinta lun segera

