Daffin menatap wajah Sinta dan bertanya kepadanya. "Kenapa tiba-tiba diam?" "Aku … aku … tidak ingin mendapatkan hukuman seperti tadi lagi, kamu boleh hukum aku dengan apapun tapi tidak seperti tadi," ucap Sinta, dia menunduk dan wajahnya masih ada sisa-sisa keringat yang basah karena percintaan panasnya tadi. Daffin tertawa keras. "Hahhahaha … kamu takut dengan hukuman tadi?" Sinta mengangguk dan menyembunyikan wajahnya ke d**a Daffin yang menempel dengan tubuhnya. Daffin tertawa lagi, dia hanya berniat untuk main-main saja tapi ternyata Sinta menganggap itu benar-benar hukuman untuknya. Dia juga tidak mungkin tidak memberikan tubuhnya untuk Sinta karena hasrat dia lebih besar dari pada Sinta, kalau benar-benar melakukannya sama saja dia membunuh dirinya sendiri. Daffin tertawa k

