01. Awal pertemuan
" yuk kita main Game H***, gue baru aja download aplikasinya. sudah lama banget gue gak main. " kata Sindi kepada Imel sahabat sepermainan gamenya.
" ya, tunggu gue download dulu aplikasinya." Imel menjawab sambil memasang wajah sumringah.
saking senangnya Imel diajak main game lagi sama sahabatnya, imel jingkrak-jingkrak karena akan bertemu kembali dengan teman-teman yang lainnya yang dia kenal di game Itu.
sindi Ayunda mulyono adalah sahabat Imel, yang sudah dia anggap sebagai saudara. Sindi berusia 20 tahun dan sedang menjalani perkuliahan di universitas negeri ternama di jakarta. sedangkan Imel Agnesia adalah Mahasiswa baru di kampus Sindi.
Imel sendiri baru baru berusia 18 tahun, dan sedang mengambil jurusan Hukum sama dengan Sindi. Tetapi nasib buruk menimpa Imel, Gadis muda yang periang dan ceria itu harus menjalani pernikahan.
" oke, oh ya kamu tau gak.? ada loh pendatang baru di grup H*** kita." Sindi berkata dengan berbinar penuh semangat.
" OOO siapa.?"tanya Imel penasaran.
" ya pokoknya ada deh, kamu juga pasti suka sama dia." jawab Sindi malu dengan muka merah kaya udang Rebus.
" wahh wahh wahh, nona Sindi kita sedang berbunga-bunga yah."Imel tertawa kencang sampai perutnya sakit.
" hhhhh yee emangnya kenapa normal, kan kalau wanita suka sama cowok. yang gak normal ya kamu."Imel sambil berkacak pinggang.
Dikamar apartemen milik Imel, Sindi dan Imel sedang asyik bermain game H***, setelah aplikasi mereka pasang. mereka menyewa apartemen berdua yang sederhana hitung-hitung mereka irit uang kan. namanya juga anak kuliahan jadi harus berhemat.
walaupun mereka terlahir dari keluarga berada, mereka mampu menyewa apartemen kelas atas tapi prinsip mereka gak masalah sederhana yang terpenting adalah kenyamanan.
lagi asyik main game di Room H***, Tiba-tiba ada akun dengan nama Dirga masuk, sontak Imel dan Sindi saling pandang saling berbicara lewat pendatang.
" assalamualaikum, apakah boleh saya bergabung disini.?dan maaf kalau saya mengganggu.' Dirga berkata di seberang sana.
karena game ini bisa saling berbicara ataupun ketik pesan di Room game tersebut, sontak Sindi langsung berucap dengan semangat " walaikumsalam, oh ya kak boleh kok. Room ini bebas siapa saja yang ingin masuk."
" nama saya Dirga, kalau mbak namanya siapa.?"
" Sindi nama saya Sindi kak, kalau ini teman saya Imel." jawab Sindi karena Imel malas untuk membuka mic nya untuk berbicara.
Dirga diam di dalam room sambil memperhatikan profil para wanita yang ada di room itu, dan merasa tertarik dengan profil Imel yang begitu manis.
sambil berbincang masalah Game, ada yang masuk lagi ke Room H*** milik Sindi yaitu Dimas " wow para wanitaku yang paling manis lagi kumpul, halo Imel Beby gemes-gemes Sindi sayang."Dimas berucap menggoda Imel dan Sindi Denga suara yang khas playboy cap kangkung kering.
" sekali lagi lu panggil gue dengan sebutan Beby Gue Gampar lu di kampus ya Dimas"dengan memutar bola matanya malas Imel menjawab.
" ubur-ubur ikan lele, mau gue tendang Lo lee.?jawab Sindi sinis.
" eh Dirga, sudah dari kapan kamu didalam room ini.? Lo gak Godain mereka kan.?tanya Dimas garang layaknya seorang bapak yang sedang mau interogasi calon mantunya.
" gue baru masuk sini, dan gue bukan Lo yang godain cewek sana sini. jangan samakan gue sama Lo."Dirga malas
" Ya, siapa Taukan kamu tiba-tiba kesambet dan tertarik sama mereka." ucap Dimas
tertawa
sementara Sindi dan Imel hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka bertengkar. sama halnya Sindi dan Imel yang bersahabat, Dirga dan Dimas juga bersahabat dari kecil karena keluarga mereka rekan bisnis.
" jadi Dirga ini yang kalian maksud tadi.? yang ingin bergabung di room kita.?tanya Imel. "Aku kira Dirga ini cuman orang random yang masuk room kita."sambil imel buka profil Dirga juga karena penasaran.
" iya dia, gimana.? tanya Dimas sambil menaikkan alisnya sebelah.
"Gimana apanya nih.? tanya Imel kembali dengan alis bertautan.
"gimana menurut kamu.? kamu suka.?"tanya Dimas dengan senyum menggoda.
" Gak jelas." jawab jawab Imel bersamaan dengan Dirga.
Sindi dan Dimas sontak terkejut mendengar Imel dan Dirga berucap bersamaan. sementara Imel dan Dirga salah tingkah sendiri.
" stop. gue mau tidur dan keluar room duluan, besok harus ke kampus pagi-pagi." ucap imel malu dan meringis. Dirga Sindi dan juga Dimas hanya bisa menahan tawanya melihat Imel merona menahan malu.
Room game pun bubar, Imel dan Sindi kembali berbaring di atas tempat tidur mereka.
"Dirga ganteng banget kan Mel.?tanya Sindi senyum-senyum sendiri karena melihat foto Dirga sangat jadi tipe cowok Sindi banget.
" ya terserah kamu aja sin gue ngantuk."jawab Imel
" Lo kenapa sih Mel, Lo gak liat apa profil Dirga itu.? Mel kamu gak pengen apa punya pacar atau mantan gitu. lu cuek banget sama cowok." jawab Sindi mengguncang punggung Imel tapi tidak ada jawaban. "oh atau jangan-jangan kamu cuman suka sama cewek yah.? omaygatttt Imel, lu gak suka sama gue kan? Sindi berkata sambil menutup mulutnya tak percaya.
PRAKKKK
" lu kalau ngomong gak ngot*k banget sih." Imel bangun dan langsung memukul kepala Sindi dengan bantal. " ya kali gue suka cewek apalagi modelan kaya kamu gini,Naj*ss."Ucap Imel sambil merinding.
"Gini-gini gue masih normal, gue masih suka cowok tapi gue gak mau yak buang-buang waktu buat pacaran, gue mau fokus belajar agar jadi lulusan terbaik dan sukses"
sementara Sindi memegangi kepalanya yang sakit akibat ditimpuk bantal oleh Imel "Ya gue tau dari dulu kamu emang kutu buku."
keesokan paginya, Imel tak sempat sarapan di apartemen sebab buru-buru kekampus karena terlambat bangun. alarm yang biasanya sudah Imel atur tiba-tiba mati sendiri entah baterainya sudah habis atau emang jamnya yang sudah rusak. sementara sendiri sendiri masih tidur karena Sindi masuk kampus siang.
Sindi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sebab, sudah terlalu terlambat tapi tetap mengutamakan keselamatan dan berhati-hati. sesampainya di kampus dan memarkirkan mobilnya di parkiran khusus mahasiswa, Imel langsung lari masuk ke lorong gedung fakultas hukum yang berada di lantai 4 gedung itu karena sudah terlambat 15 menit, sesampainya di depan pintu ruangan kelas yang akan dilangsungkan tiba-tiba.
BRAKKKK
Imel tersandung di depan pintu alhasil Imel jatuh dan buku yang ia pegang jatuh, sontak sebagian mahasiswa tertawa melihatnya. sebagian lagi langsung berlari membatu Imel untuk berdiri pun dengan dosen yang mengajar dikelas tersebut ikut membantu.
" Maaf pak, saya terlambat 20 menit ikut kelas bapak." jawab Imel tanpa memperhatikan dengan baik wajah dosen yang saat ini mengajar sebab sibuk membersihkan pakaiannya yang kotor.
" ya, Tidak masalah. jangan di ulangi lagi terlambatnya, silahkan ke kursi kamu." jawab dosen tersebut.
sontak Imel langsung mendongak mendengan suara yang agak Familiar yang menjadi dosennya.
" bapak...