BAB 46

1051 Kata

Terlihat seorang wanita cantik kini terbaring lemah di sebuah ranjang rumah sakit. Selang infus tertancap lengan wanita itu dan di tangan sebelahnya lagi terdapat sebuah perban putih. Wajahnya sangat tirus dan pucat. Di samping wanita itu terlihat seorang lelaki yang berjas hitam duduk dengan santai sambil seselaki meminum secangkir kopi yang ada di meja depannya. Tak ada rasa cemas atau kekhewatiran dari wajah lelaki itu. Seakan ia tak perduli hidup dan mati wanita yang ada di sampingnya. Tangan lelaki itu dengan lihai mengeser layar ponselnya untuk membaca projek-projek yang tengah ia tangani di perusahaan. “Eunggh,” lenguhan pelan dari suara wanita yang terbaring saat ia mencoba untuk membuka kedua matanya. Suara wanita itu mengalihkan pandangan lelaki itu yang tak lain adalah Ria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN