BAB 47

1151 Kata

Fiona terbangun dari tidurnya lalu kembali pada rutintasnya seperti biasa. Yaitu, menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka namun tak mengalihkan pandangannya. Ia sudah hapal dengan pasti siapa yang masuk ke ruangannya tanpa perlu ia lihat. “Bagaimana keadaanmu hari ini?” tanya Rian. Lelaki itu berjalan mendekati Fiona dengan meneteng sebuah kantong pelastik besar. “Baik,” jawab Fiona singkat masih tak ingin melihat wajah Rian. Rian hanya mengangguk dan mengeluarkan semua isi dari kantong pelastik yang ia bawa tadi. “Aku membawakanmu bubur, dan sedikit cemilan kesukaanmu,” ujar lelaki itu namun diabaikan oleh Fiona. “Cepatlah makan. Agar kau cepat kembali sehat.” “Aku tidak napsu makan hari ini.” “Makan sekarang juga atau kau ingin merasakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN