Tukang Selingkuh

1051 Kata
"Qin Ming, kamu ... baik-baik saja? Syukurlah!" Lin Wanqing tercengang sekaligus gembira. Hanya dalam hitungan detik, dia merasa seolah-olah terjatuh dari surga ke neraka, lalu terangkat kembali ke surga. Pasang surut kehidupan telah meninggalkan bekas mendalam di hatinya! "Bocah, akan kubunuh kau!" Kakak Song naik darah. Seperti binatang buas, dia langsung menerjang Qin Ming. Qin Ming jelas bukan tandingannya. Dengan beberapa gerakan, Qin Ming dipukul mundur dan terdesak ke tepi sungai, yang merupakan tempat berbahaya. Lin Wanqing mengkhawatirkan keselamatan Qin Ming. Entah sejak kapan sosok Qin Ming yang tadinya biasa-biasa saja perlahan memenuhi hatinya dan mengendalikan perasaannya. "Aku akan bertarung bersamamu!" Qin Ming sadar bahwa dirinya tidak bisa mengalahkan Kakak Song, jadi dia menggertakkan gigi, memeluk Kakak Song, lalu menyeret lawannya itu ke sungai. Qin Ming kemudian mencekik Kakak Song sekuat tenaga dan menariknya ke dasar sungai, berniat untuk mati bersamanya! "Qin Ming, jangan membuatku takut. Di mana kamu? Cepat keluar!" Lin Wanqing bergegas ke tepi sungai dan terus meneriakkan nama Qin Ming, tetapi jawaban yang dia terima hanya permukaan sungai yang berangsur-angsur tenang dan angin yang sesekali berembus pelan. Selama beberapa menit, tidak terjadi apa pun di sungai itu. "Kenapa hal ini terjadi? Kenapa?" Lin Wanqing putus asa. Dia berlutut di tepi sungai. Wajah cantiknya pucat pasi dan hatinya perih bagaikan ditusuk ribuan jarum. Air mata menggenang di matanya dan dia tidak bisa berhenti meratap. Hal itu tidak berlangsung lama. Terdengar suara deru mobil. Para pengawal keluarga Lin berhasil melacak mereka. Seperti kesetanan, Lin Wanqing memerintahkan sekelompok pengawal untuk mencari Qin Ming di sungai. Namun, pada akhirnya tidak ada yang mereka temukan. Sementara itu, di luar Biro Urusan Sipil, Ma Lu dan Li Helan sudah menunggu Qin Ming. Ma Lu sesekali melirik arloji di pergelangan tangannya dan wajahnya terlihat geram. Tadi malam, dia dan Qin Ming sudah sepakat untuk mengurus akta cerai pagi ini. Saat ini sudah hampir tengah hari, tapi Qin Ming masih belum datang. Selain itu, tadi malam Qin Ming tidak pulang dan ponselnya juga dimatikan. Ma Lu tidak tahu lokasi suaminya dan juga tidak bisa menghubungi Qin Ming sekalipun dia mau. Saat Ma Lu dan keluarganya sedang menunggu dengan tidak sabar, Qin Ming akhirnya terlihat sedang berlari dari kejauhan. Napasnya terengah-engah, pakaiannya compang-camping, dan penampilannya terlihat berantakan! Tadi malam, Qin Ming menarik Kakak Song ke dasar sungai, lalu dia sendiri mengalami koma dan hanyut sampai ke hilir sungai. Ketika dia terbangun, matahari sudah tinggi. Dia memikirkan perceraiannya dengan Ma Lu dan ingin segera menyelesaikan proses itu, jadi dia bergegas pergi. Plak! Ma Lu langsung menghampiri Qin Ming dan menamparnya. "Pecundang, ke mana saja kau sepanjang malam! Sudah kubilang kita akan bercerai pagi ini. Sekarang sudah hampir siang. Kau membuang-buang waktuku!" umpat Ma Lu. "Tadi malam aku ada urusan ... Qin Ming menutupi wajahnya dan ingin menampar balik, tetapi dia tidak berani, jadi dia hanya menggertakkan gigi dan bersabar menerima penghinaan dari Ma Lu. "Memangnya pecundang sepertimu punya urusan apa?! Apa tadi malam kau mengunjungi wanita lain untuk melampiaskan emosimu?" tanya Li Helan sambil berjalan mendekat. Wajahnya terlihat muram. "Bu, Ibu terlalu menyanjungnya! Tidak akan ada wanita yang menyukai pecundang seperti dia! Bahkan jika dia mencari wanita panggilan, dia tak akan mampu membayar mereka!" timpal Ma Lu sambil tersenyum mengejek. Wajah Qin Ming terlihat marah sekaligus malu, tapi dia tidak bisa membalas ejekan mereka. "Lupakan saja. Aku muak denganmu! Cepat masuk denganku untuk mengurus perceraian!" Ma Lu mendengus, lalu berbalik dan mulai berjalan dengan congkaknya menuju ke Biro Urusan Sipil. "Ka-kartu identitasku terjatuh. Aku mungkin tidak bisa menjalani prosedur perceraian ... " ujar Qin Ming terbata-bata. Awalnya dia membawa kartu identitasnya. Kemungkinan besar kartu itu terjatuh ketika dia berkelahi dengan Kakak Song tadi malam. Dia baru menyadari hal itu sekarang. "Apa?!" seru Ma Lu. Dia terpaku sejenak, lalu berbalik dan menatap Qin Ming sambil menyeringai. "Kau tidak mau bercerai denganku, ya? Kartu identitasmu terjatuh? Dasar pembohong! Kau ini pria atau bukan?!" ejeknya. Li Helan menimpali, "Itu benar. Kalau kau tidak mau bercerai, katakan saja! Apa kau suka diselingkuhi? Atau kau mau membesarkan anak orang lain?!" "Aku benar-benar kehilangan kartu identitasku ... " Qin Ming mengepalkan tangan erat-erat dan matanya memerah karena cemas. Dia ingin menceraikan Ma Lu sesegera mungkin, tetapi kartu identitasnya hilang, jadi dia tak bisa berbuat apa-apa. Saat itu, sebuah Porsche mewah yang masih baru, diikuti oleh Audi hitam, melaju ke arah Qin Ming dan yang lainnya. Pintu Porsche itu terbuka dan seorang pemuda berusia sekitar 26 hingga 27 tahun keluar dari mobil. Dia mengenakan kacamata hitam dan pakaian mahal karya desainer terkemuka. Tak lama kemudian, 2 pengawal yang mengenakan jas keluar dari Audi dan berjalan di belakang pemuda itu. Adegan itu sangat mengesankan dan langsung menarik perhatian banyak orang yang lewat. Dengan sekilas pandang, semua orang bisa tahu bahwa pemuda ini adalah tuan muda yang kaya raya. "Tuan Sun, Anda datang ... " Ma Lu dan keluarganya terlihat bahagia dan langsung menyapa Tuan Sun dengan hormat. Sikap mereka sungguh berbeda dari biasanya. Sun Guancong melepas kacamata hitamnya dan memasang tampang arogan. "Lulu, bukankah kamu bilang akan menceraikan suamimu yang tidak berguna itu pagi ini? Apa yang terjadi? Apa kalian belum menyelesaikan prosedur perceraiannya?" "Jangan membahasnya. Pecundang ini sengaja datang terlambat. Dia tidak hanya bersikeras tak mau bercerai, tapi juga mengatakan bahwa kartu identitasnya hilang! Konyol sekali!" jawab Ma Lu sambil memelototi Qin Ming. "Siapa bilang kalian tidak bisa bercerai tanpa kartu identitas! Aku kenal dengan kepala biro ini! Ayo menyelesaikan proses ini lewat jalan pintas!" Sun Guancong melingkarkan lengan ke pinggang ramping Ma Lu, sementara matanya menatap dingin ke arah Qin Ming sambil memancarkan aura membunuh yang ganas. Dia mengancam, "Bocah, biar kuperingatkan. Kau sebaiknya menjalani prosedur perceraian dengan baik. Kalau kau berani memperdaya atau menahan Lulu, akan kubuat kau menyesal!" "Hei pecundang, kau dengar tidak? Biarpun kau tidak membawa kartu identitas, suamiku masih bisa mengurus administrasi di sini! Sekarang kau tidak punya alasan lagi!" Ma Lu tersenyum sombong ke arah Qin Ming, lalu mencium pipi Sun Guancong. Keduanya bermesraan dan berjalan berdampingan memasuki Biro Urusan Sipil. Dasar tukang selingkuh! Qin Ming mengepalkan tangan erat-erat dan api kemarahan berkobar di matanya. Ma Lu tidak hanya berselingkuh, tetapi juga sengaja memamerkan kemesraan bersama pria lain di hadapan Qin Ming. Ini keterlaluan! Namun, mengingat dia akan segera terbebas dari situasi ini, Qin Ming segera menenangkan diri dan menyusul Ma Lu dan yang lainnya memasuki Biro Urusan Sipil.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN