27. I think I love you

1468 Kata

"Ma, aku pergi dulu, ya," pamit Kiano pada ibunya dan memberikannya sebuah pelukan. "Okey, Sayang, kamu jangan makan sembarangan ya di sana. Kabari kami kalau sudah sampai," ucap Mila balas memeluk anak sulungnya itu. Kiano mengangguk, lalu ia menoleh pada Nanaz sekilas. "Ma, sesekali selama aku pergi, Mama ke sini ya lihat Nanaz atau telpon dia." Pada pagi itu, entah kebetulan atau bagaimana, semua orang berkumpul di teras rumah untuk melihat Kiano pergi. Jadi, pada saat Kiano mengatakan hal barusan, semua mata langsung tertuju pada Nanaz yang wajahnya merona seketika. Mila memeluk bahu Nanaz dengan sebelah tangannya dan tersenyum. "Pasti. Nanti Mama pasti datang ke sini untuk lihat Nanaz." Padahal, menurut Nanaz, seharusnya tidak perlu begitu karena ia 'kan bukan anak kecil lagi. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN