**** "Mbak Nanaz...," Messy berjalan mendekati Nanaz yang sedang termenung di dekat jendela ruang kerja Kiano. Sejak tadi, Messy perhatikan, rekan gibahnya itu tidak bersemangat seperti biasanya. Bahkan, cenderung galau. Dan itu, terjadi sejak Bos mereka pergi ke Dubai sejak dua hari yang lalu. Nanaz masih menatap langit biru, mendengus, lalu cemberut, ketika Messy sudah ada di dekatnya. "Mbak? Messy perhatiin dari tadi kok diam aja. Ada masalah apa sih, Mbak?" Karena Nanaz tidak merespons, Messy tetap berceloteh."Sepi ya kalau nggak ada Bosque.” "Sepi banget," ucap Nanaz kemudian, dengan posisi yang masih menopang dagu. “Tumben? Bukannya Mbak Nanaz seneng ya kalau misalkan Pak Kiano pergi?” tanya Messy, teringat akan reaksi Nanaz yang dulu-dulu jika Kiano pergi mengurus pekerjaanny

