*** “Hai, Beb,” sapa Bambang ketika berpapasan dengan Dara di koridor kampus. Dara yang pada saat itu berjalan dengan kedua temannya, hanya menoleh sekilas lalu memalingkan wajah tanpa mengeluarkan kata-kata. Agaknya cewek itu masih marah pada Bambang atas kejadian malam itu. Dan mungkin, ia serius dengan kata putus yang tadi pagi diucapkannya. Samar-samar, Bambang juga mendengar percakapan antara Dara dan kedua temannya. “Kenapa lo sama si Bambang, Dar? Berantem?” “Tumben jauh-jauhan, biasanya Bambang nempel mulu kayak benalu.” Dara tersenyum kecut. “Putus.” “Hah? Serius lo, Dar? Bagus deh. Dari kemarin juga gue bilang apa. Mendingan lo sama Jevi tuh. Udah ganteng, lumayan tajir juga. Ya nggak, Shel?” “Iya dong! Ngapain juga sama Bambang yang sumpah, sorry to say nih ya, enggak ba

