36.

902 Kata

Cerita ini belum ending, yak. Kemarin itu cuma judul babnya doang, ehehehe. **** "Kian?" Nanaz masuk ke dalam kamar Kiano setelah mengetuk pintu beberapa kali. Karena tak ada sahutan, akhirnya ia membukanya sendiri. Mungkin, Kiano sedang mandi, pikirnya saat itu. "Aku mau ambil baju kotor kamu," seru Nanaz dengan suara yang cukup keras supaya Kiano bisa mendengarnya. Tapi, kenapa Nanaz tidak mendengar suara seperti orang yang sedang mandi, ya? Apa jangan-jangan, Kiano memang tidak ada di sana? Nanaz kemudian berjalan untuk mengambil keranjang pakaian yang ada di samping kamar mandi. Tahu-tahu, ada sepasang tangan menutup matanya. Nanaz yang terkejut dengan hal itu, langsung menekan sikunya ke belakang lalu menarik lengan besar itu dan memelintirnya. "Ah! Aw! Aw! Sakit, sakit!" Nanaz

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN