Kiano terpana pada saat melihat kemunculan Nanaz di depannya ketika mereka sama-sama keluar dari kamar. Malam itu, Nanaz mengenakan gaun mewah berwarna putih yang dikirimkan mamanya siang tadi melalui Pak Andi. Gaun dengan bagian punggung terbuka itu memberi kesan seksi di tubuh Nanaz. Nanaz merasa risi. Ia tidak pernah mengenakan pakaian terbuka dan glamor seperti ini sebelumnya. Terlebih lagi rambutnya yang disanggul rendah membuat lehernya terekspos, sehingga Kiano yang melihatnya ingin mencium dan menariknya ke atas ranjang. Haruskah mereka pergi? Atau apa sebaiknya ia menarik Nanaz saja ke dalam kamarnya? "Ya ampun! Kakak cantik banget," seru Dara yang berdiri di bawah tangga bersama Bambang. Nanaz tersenyum, alih-alih menjawab, ia justru bertanya balik lantaran melihat dua sejoli

