Terima kasih buat yang selalu menunggu. :))) Belakangan aku beneran sibuk dan nggak sempat nulis. Mohon maaf atas keterlambatannya, ya! *** Jam menunjukkan pukul sebelas malam. Mila masih duduk di depan meja riasnya sambil mengaplikasikan masker alpukat ke wajahnya. Sesekali, ia mengajak suaminya mengobrol, namun hanya dijawab dengan gumaman yang menyebalkan. "Pa, Papa dengerin Mama ngomong nggak, sih? Menurut Papa gimana kalau Kiano menikahi Nanaz?" tanyanya sekali lagi melalui cermin yang memantulkan bayangan suaminya yang sedang bersandar di ranjang sambil bermain ponsel. "Ya, bagus kalau mereka mau menikah. Biar nanti Mama ada temen gibahnya." "Nah, itu yang Mama cari. Nanaz itu anaknya easy going gitu deh, Pa. Mama seneng ngobrol sama dia. Kalau Kaila dulu kan anaknya agak pema

