**** Kiano mengetuk pintu kamar mandi di depannya sebanyak tiga kali sambil berseru, "Siapa di dalam?" Rumahnya hanya memiliki empat bathroom, dan tiga di antaranya ada di dalam kamar, sementara yang satunya lagi berada di lantai bawah, tak jauh dari dapur. Jadi, mau tidak mau, Kiano harus menggunakan kamar mandi itu untuk sementara waktu selama orangtuanya menginap di rumah. "Siapa di dalam?" serunya sekali lagi. Tak lama kemudian, pintu itu membuka dan tampaklah sosok Bambang yang hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya dari d**a hingga paha. "Eh, Pak Kiano. Ada apa ya, Pak?" tanya Bambang sambil tersenyum lebar. Kiano mengamatinya dari ujung kaki sampai ujung rambut. Pada saat yang sama, karena merasa diperhatikan, Bambang segera menyilangkan kedua tangannya, seolah-olah mel

