24

1383 Kata

Halo, gaes. Maaf telat, harap maklum kwkkwk. **** Setelah Messy sadarkan diri, yang dilakukannya sejak membuka mata adalah menatap Nanaz dengan pandangan berkilat-kilat. Seakan-akan ia sedang marah dan kecewa berat. Masalahnya cuma satu.... "Sejak kapan, Mbak Nanaz main belakang sama Bosque?" tanya Messy pelan dengan nada yang membuat bulu kuduk Nanaz berdiri. Nanaz merasa seolah-olah dirinya adalah pelakor yang terciduk sudah merebut suami sahabatnya sendiri. Nanaz melirik ke sana-kemari, dan ia bersyukur karena cafetaria itu hanya menyisakan beberapa orang saja. Kiano sudah pergi sejak beberapa menit yang lalu, entah ke mana. "Bentar, biar gue jelasin—" "Tega, ya, Mbak Nanaz ngelakuin ini sama Messy. Padahal, Messy udah anggap Mbak Nanaz seperti kakak kandung Messy sendiri...." P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN