Jangan lupa komentarnya, ya. Aku seneng baca komentar kalian suerrrrr. Bikin moodku naik dan jadi semangat nulis. Hehe *** Bambang lekas-lekas menarik handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya, sementara Messy segera mengambil langkah mundur. Sayang sungguh disayang, kakinya terpeleset hingga jatuhlah ia ke lantai dengan bunyi gedebuk yang keras dan... pingsan. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Nasib... nasib. "Aduh! Pake acara pingsan lagi si Mbak!" seru Bambang, panik bukan main. Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki mendekat. Nanaz, Kiano, Dara, dan kedua orangtua Kiano muncul pada waktu yang bersamaan. Mereka menatap Bambang dan Messy secara bergantian. "Ada apa ini?" Kiano buka suara. Bambang mengibaskan tangannya beberapa kali dengan wajah panik. "Aku, aku nggak sa

