“Kita mau ke mana?” tanya Nanaz pada Kiano yang duduk di sampingnya. Kiano tersenyum, melirik Pak Andi yang sedang mengemudi. Mereka saling melempar senyum dari kaca spion, sehingga Nanaz mengerutkan keningnya penuh tanya. “Nanti kamu juga tau,” jawab Kiano, menyebalkan. Tak puas dengan jawaban Kiano, Nanaz lalu bertanya pada Pak Andi. “Kita mau ke mana ya, Pak Andi?” “Nanti Mbak Nanaz juga bakal tau kok, hehehe.” Apa-apaan mereka ini? Sebenarnya ada apa sih? Meskipun dongkol, Nanaz tetap bersabar menunggu sampai mereka tiba di tempat tujuan. Setelah dua puluh menit perjalanan, mobil itu berhenti di sebuah gang yang terbilang sepi. Nanaz melihat ke sana kemari dengan penasaran. Sebenarnya ada apa? Kenapa Kiano membawanya ke tempat ini? “Udah, stop di sini aja, Pak Andi. Nanti saya s

