Bekerja di rumah Ashton merupakan kesempatan emas bagi Keyshia. Tapi, perjuangannya untuk mengikat hati Ashton sangat berat karena pria itu sudah terlanjur kesal hingga kehilangan kesabarannya. “Haaah….” Helaan napas Keyshia yang panjang dan terus meneruh membuat Vivi yang duduk di sampingnya sampai merasa penasaran. “Ada apa denganmu?” ucap Vivi. Keyshia yang memang sedari tadi melamun tersentak. Dia menoleh ke arah Vivi lalu menggeleng. “Aku tidak apa-apa, hanya merasa sedikit lelah.” “Seharusnya kamu menggunakan waktu liburmu untuk banyak beristirahat.” “Aku juga maunya seperti itu.” Keyshia tersenyum kecut. Dia sejujurnya beristirahat seharian sepulangnya dari rumah Ashton. Tapi kepalanya yang terus-terusan mengingat kejadian pura-pura mabuk berat itu membuatnya tidak punya waktu

