Kau adalah Cinta Pertamanya

1422 Kata

“Jerico!” Teriakan Samuel membelah keheningan sore seperti halilintar yang menyambar. Julia, yang tengah sibuk memberi pupuk pada tanaman kesayangannya, terlonjak kaget. Wadah pupuk nyaris terlepas dari tangannya. Ia menoleh cepat, matanya membelalak melihat suaminya yang melangkah panjang dengan senapan laras panjang bertengger di pundaknya. “Samuel?” panggil Julia, suaranya terdengar ragu, penuh kebingungan yang tergambar jelas di raut wajahnya. Kerutan di dahinya semakin dalam saat ia menatap Samuel yang tampak seperti badai berjalan—penuh emosi dan amarah yang membara. “Kau! Apa yang kau lakukan di sini, hah?” Samuel meledak, suaranya menggema seperti gong yang dipukul keras. Matanya yang tajam seperti elang langsung mengarah ke Jerico, yang sedang berjongkok santai menyiram t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN