Sachiko percaya diri jika masakannya enak dan pasti akan laku. Takaran bumbunya dia samakan persis seperti saat memperhatikan Mamanya berkutat di dapur. Ia memasukkan semua sayur dan lauk yang akan dijual itu ke dalam wadah putih. Tak lupa ditutup juga agar tak tumpah atau dihinggapi lalat. "Udah, sana kamu pulang, gih. Makasih udah bantuin," usir Sachiko dengan mendorong tubuh Alvito agar meninggalkan area dapur. "Loh, ga' jadi jualan? Terus tadi masak buat apa?" Alvito menghentikan tubuhnya tepat di ambang pintu dapur. "Ya jadi. Aku 'kan mandi dulu. Masa' mau jualan tapi yang jaga bau asem, nanti pembelinya pada kabur semua karena keteknya bau bawang," kelakar Sachiko menanggapi ucapan pria itu. "Oh... jadi, kamu mau mandi dulu baru berangkat?" "Iya." "Yaudah, aku pulang dulu kalau

